Sabtu, 11 Desember 2021

Metamorfosis pada serangga

 Metamorfosis


    Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang secara radikal berbeda. Terdapat dua jenis metamorfosis pada hewan, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai metamorphosis silahkan simak penjelasan berikut.

Apa itu Metamorfosis Sempurna?

Metamorfosis sempurna adalah proses pada hewan yang mengalami perubahan berbeda di setiap fase tubuhnya. Fase metamorfosis sempurna terdiri dari 4 fase, yaitu telur, larva, pupa (kepompong), dan dewasa. Keempat fase ini memiliki bentuk berbeda. Proses ini dimulai ketika hewan bertelur. Ketika telur menetas, akan terlihat makhluk yang berbentuk seperti cacing. Fase ini yang disebut larva. Larva memiliki nafsu makan yang sangat tinggi. Setiap harinya, larva bisa memakan makanan sebanyak beberapa kali berat tubuhnya sendiri. Oleh karena itu, larva mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pada akhir fase larva, larva akan berubah menjadi kepompong. Ia akan memiliki selaput cangkang yang cukup keras pada bagian luar tubuhnya. Pada fase ini, larva akan berhenti makan dan bergerak. Walaupun seperti tidak hidup, di dalam kepompong terjadi perubahan yang luar biasa menjadi bentuk dewasa dari binatang tersebut. Contoh serangga yang mengalami metamorphosis semurna adalah Kupu-kupu (Rhopalocera). Kupu-kupu merupakan kelompok serangga dari ordo LepidopteraLepidoptera berasal dari bahasa latin yaitu Lepis (sisik) dan Pteron (sayap). Ordo Lepidoptera ini dibedakan menjadi 2 sub ordo yaitu Rhopalocera dan Heterocera. Silahkan Simak Metamorfosis Kupu-kupu (Rhopalocera) di bawah ini.

1.     Telur


    Tahap paling awal dalam proses ini adalah telur. Kupu-kupu dewasa akan menempelkan telurnya pada ranting dan daun yang disukai. Biasanya, mereka akan meletakan telurnya di ujung daun atau di bawah daun saat musim semi, panas atau gugur. Nantinya, tanaman yang disinggahi oleh telur dari kupu-kupu betina ini akan menjadi tempat dan sumber makanan untuk telur saat menetas menjadi ulat. Dalam sekali bertelur, kupu-kupu betina bisa mengeluarkan hingga ratusan butir telur. Meski demikian, tak semua telur bisa ditetaskan atau bertahan hidup.  Ukuran kupu-kupu sangat kecil, tetapi masih bisa dilihat secara kasat mata. Bentuk dari telur kupu-kupu bervariasi, dari yang berbentuk oval hingga bulat. Untuk menetas, telur kupu-kupu membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari.

 

2.      Ulat

Metamorfosis pada kupu-kupu selanjutnya yaitu larva atau ulat. Pada fase ini ditandai dengan pergantian kulit atau molting. Setiap tahapan satu molting dengan molting lainnya dikenal dengan sebutan instar. Warna setiap instar ini berbeda. Ada larva yang memiliki warna cerah namun umumnya berwarna hijau atau coklat. Hal tersebut merupakan strategi larva untuk menghindari pemangsa. Namun ada juga ulat berwarna cerah namun ternyata berbahaya karena memiliki racun. Larva memiliki bentuk, warna, dan bulu yang berbeda. Secara morfologis larva ini memiliki tubuh silindris dan memiliki chepal, thorax, dan abdomen. Larva memiliki tipe mulut menggigit dan mengunyah.

3.      Kepompong (Pupa)

Pupa merupakan fase istirahat setelah larva tumbuh sempurna dan telah berhenti makan. Pupa dibungkus dalam krisalis dan tidak bergerak selama proses perubahan menjadi kupu-kupu dewasa. Pada fase ini setiap larva memiliki kelenjar sutera yang berguna untuk mengaitkan tubuhnya pada batang, ranting, atau daun. Meskipun terlihat diam, namun pupa mengalami proses perubahan besar sehingga siap keluar dari kulit pupa. Pupa memiliki warna hijau atau coklat yang merupakan mekanisme pertahanan diri. Pada fase ini kupu-kupu dapat mengalami kematian karena terinfeksi parasit.

 

4.      Kupu-Kupu

Imago merupakan proses sebuah kepompong berubah menjadi seekor kupu-kupu. Mula-mula, kupu-kupu akan keluar dari kepompong dengan sayap yang kecil, kusut dan basah karena terdapat caira di dalamya. Cairan ini berfungsi untuk membantu pembesaran sayap kupu-kupu dan cairan ini disebut hemolymph. Setelah menjadi kupu-kupu, mereka akan memakan nektar dari bunga untuk mendapatkan energi. Kupu-kupu dewasa bisa bertahan hidup selama 1-2 minggu, tetapi ada beberapa spesies yang melakukan hibernasi saat musim dingin dan bertahan hidup lebih lama.

 untuk mempelajari metamorfosis kupu-kupu lebih lengkap lagi, anda bisa simak video di bawah ini.



Apa itu Metamorfosis Tidak Sempurna?

Berbeda dengan metamorfosis sempurna, metamorfosis tidak sempurna hanya memiliki 3 fase. Fase metamorfosis tidak sempurna adalah telur, nimfa, dan dewasa. Perbedaannya terletak di fase kedua. Ketika telur menetas, hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna akan berubah menjadi nimfa. Pada fase larva, bentuknya sangat berbeda dengan bentuk dewasanya. Sedangkan pada fase nimfa, bentuknya merupakan bentuk lebih kecil dari fase dewasa. Nimfa masih harus melewati penggantian kulit dan eksoskeleton sebelum mencapai fase dewasa. Contoh serangga yang mengalami metamorphosis tidak sempurna adalah Capung (Anisoptera). Berikut metamorphosis Capung (Anisoptera).

1.      Telur

    Telur merupakan daur hidup capung yang pertama. Setelah betina kawin mereka akan mencari tempat khusus untuk meletakan telur-telur mereka. Umumnya tempat yang disukai para capung untuk bertelur yaitu diatas permukaan daun yang dekat dengan air. Selain permukaan daun mereka juga akan memilih lingkungan yang bersih bebas dari polusi. Induk capung mampu mengeluarkan sekitar 1000 butir telur. Perkembangan telur baru dapat terjadi setelah diletakan, kemudian larva baru akan menetas setelah 1-3 minggu. Sebagai informasi tambahan, telur capung ada yang berbentuk panjang dan bulat. Pada bagian ujungnya terdapat lubang yang berfungsi untuk memasukan sperma dari caping jantan.

 

2.      Nimfa

Tahap selanjutnya pada siklus hidup capung adalah Nimfa. Nimfa atau instar nimfa merupakan periode setelah telur menetas kemudian menjadi larva. Dalam perkembangannya ini larva capung hidup di air dan bernapas menggunakan insang internal. Meskipun begitu, larva caping tetap dapat bernafas di daratan selama berjam-jam. Pada tahap ini larva capung hidup sebagai hewan karnivora yang ganas. Mereka memangsa berudu, anak ikan, dan sesamanya untuk bertahan hidup.

Sebelum menjadi capung dewasa, larva umumnya mengalami beberapa kali proses pergantian kulit kurang lebih sebanyak 8-12 kali. Namun tentu saja jumlah ini dapat berbeda untuk setiap jenis caping. Siklus ini juga merupakan yang terlama, hampir sebagian besar umur caping dihabiskan pada fase nimfa yaitu selama 4 tahun.

 

3.      Capung Dewasa

Puncak perkembangan larva ditandai dengan pergantian kulit terakhir dan munculnya sepasang sayap.Pada proses ini capung akan berusaha melepaskan diri dari kulit nimfa, kemudian terbang keluar dari air dengan bantuan dedaunan. Perlu kamu ketahui capung muda meskipun sudah memiliki sayap namun tubuhnya masih belum terbentuk sempurna dan warna tubuhnya masih belum merata. Oleh sebab itu kamu dapat melihat bagian dalam kepala capung muda. Seiring bertambahnya waktu tubuh capung mulai sempurna dan tidak lembek lagi. Capung dewasa dapat hidup maksimal empat bulan lamanya. Sebelum akhirnya mereka kawin dan mengulang siklus hidup mulai dari telur lagi. Untuk mempelajari metamorfosis tentang capung anda bisa simak video di bawah ini. 


Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna

·         Perbedaan Jumlah Stadium

Perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna yang pertama terletak pada jumlah stadium yang dilalui keduanya. Stadium yang dilewati pada proses metamorfosis sempurna umumnya berjumlah empat, yakni stadium telur, stadium larva, stadium pupa, dan stadium imago. Sedangkan stadium yang dilewati pada proses metamorfosis tidak sempurna hanya berjumlah tiga, yakni stadium telur, stadium larva atau nimfa, dan stadium imago.

·         Ada Tidaknya Stadium Pupa

Perbedaan yang berikutnya antara proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna terletak pada ada tidaknya stadium pupa. Stadium pupa atau stadium kepompong ialah stadium yang dilalui oleh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Stadium pupa menjadi masa peralihan antara stadium larva menuju stadium imago. Sementara itu, hewan yang tidak mengalami stadium pupa umumnya termasuk hewan dengan metamorfosis tidak sempurna.

·         Tingkat dari Perubahan Bentuk

Tingkat perubahan bentuk menjadi inti dari perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Dalam metamorfosis sempurna, suatu organisme akan memiliki bentuk yang sangat berbeda antara satu stadium dengan stadium selanjutnya. Sementara perubahan bentuk pada tubuh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna bisa dikatakan tidak terlalu drastis dan kentara.


    Untuk melengkapi materi tentang Metamorfosis Silahkan Download File dibawah ini

Jurnal Metamorfosis.pdf

Metamorfosis Kupu-kupu.pdf

PPT Metamorfosis Serangga.pdf


Metamorfosis pada serangga

  Metamorfosis      Metamorfosis  adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau st...